Kita dan ..

Archive for the ‘My Lovely Husband’ Category

Bismillah,

Tugas kali ini membuat saya bingung..hehehe

Soalnya harus buat surat cinta untuk suami.

Ya coba dulu ya.

Tugas pertama: Surat Cinta untuk Suami

 

Dear suamiku tersayang,

Terimakasih untuk hari hari yang kita lalui bersama.

Aa telah menjadi ayah yang sangat baik untuk anak-anak.

Lebih sabar dari saya menghadapi anak-anak.

Aa juga telah menjadi suami yang sangat baik.

Banyak membantu pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh istri.

Terimakasih sudah bersedia membantu.

Aa pun sabar terhadap sikap sikap saya yang selama ini sering tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Hanya satu pintaku kalo saya ada salah tolong tegur secara halus, karena saya tidak suka dengan teguran langsung dengan nada memuncak.

Meskipun aa harus memperingatkan saya berkali-kali, tolong maklumi ya, jangan bosan.

karena perjalanan ini bukan sehari dua hari, masih banyak tantangan ke depan, apalagi dengan rencana kita yang akan menghomeschoolingkan anak anak.

Kalo visi kita masih berbelok belok, maka kita harus punya satu visi.

Jadi kapan mau ngobrol soal visi misi?

Dari,

istrimu

I love you so much.

dewi.

Beres

Tugas no2 Potensi anak anak

Muhammad:

Anak yang sangat dinamis, tidak bisa diam, selalu ingin tau tentang hal di sekitarnya. Anaknya kemauannnya kuat jika sudah fokus pada satu hal, tidak mau berpaling ke hal yang lain. Menyukai dunia perteknikkan.

Maryam:

Sangat feminin,penurut, suka membantu dan rendah hati. Suka mengalah terhadap kakaknya.  Menyukai kegiatan memasak.

Tugas 3 Cari potensi diri di rumah

Mempunyai anak-anak yang dinamis dan aktif, membuat saya seharusnya terpacu untuk membuat kegiatan yg menarik untuk anak anak. Didukung dengan background saya yang pernah di PAS ITB, apalagi sebagai pembuat acara anak anak lagi, seharusnya mudah buat saya untuk berkreasi untuk anak. Saya harus menyetop apapun apabila bermain dengan anak, soalnya suka ada aja pekerjaan rumah yang belum beres.

Mempunyai suami seorang pengusaha seharusnya membuat saya bisa lebih berperan dalam rumah tangga. Pekerjaan rumah tangga lebih terhandle Dan Al Quran bisa saya raih kembali.

Tugas 4 Potensi diri di lingkungan terdekat

Pindah ke rancamanyar dengan kondisi lingkungan setempat yang ramah, seharusnya membuat saya bisa berbaur dengan leluasa. Dan bisa menyediakan lapangan pekerjaan untuk sekitar terutama dalam bisnis kurma coklat. Juga ke depannya mungkin bisa mnyediakan tempat tahfidh dan tahsin gratis.

 

 

 

 

 

Iklan

Rabu, 19 juni 2013 bangun pukul 01:30 setelah tertidur dari jam 10:30 malam, intens hanya 3 jam tertidur, padahal seharian kemarin full dengan aktivitas pekerjaan. Lelah? Tidak..mengantuk??  ..tidak..  Jika ada yang menyebut saya  ini sebagai pemalasan sepertinya tidak pas, karena selama 24 jam ini hanya tertidur 3 jam selebihnya mata terbuka dan aktif bekerja, berbicara, diskusi,presentasi. Tetapi disebut bukan pemalasan juga sepertinya kurang tepat. karena  kesan malas ini saya rasakan sendiri begitu kentara, jelas terpampang didepan mata.dalam 24 jam ini sholat saya telat semua padahal adzan terdengar jelas dalam waktu luang saya, interaksi saya dengan Alquran seperti modem tanpa pulsa tak pernah muncul walau terus mencoba enter untuk searching. Pikiran terasa kosong, semua planning tak jelas implementasinya, hutang dirasa terus menjadi beban, kesempatan kesempatan yang didepan mata lenyap begitu saja karena kesempatan itu bosan menunggu sambutan kerja tangan saya, saya tak tahu apakah ini, apakah ini yang selalu membayangi saat isteri saya menyuruh sholat tepat waktu, apakah ini yang selalu membayangi saat isteri saya meminta saya tilawah, apakah ini yang membuat  saya kurang bergairah ditengah aktivitas yang padat, apakah ini malas ? apakah ini? Kenapa saya mengalami nya? Kenapa saya tak bisa mngenalinya?

Sementara ini saya menterjemahkan ini semua dengan malas ( karena menurut saya yang paling terdekat adalah itu, mungkin) jika ini malas, kenapa malas? Apa yang membentuk malas? Bagaimana countermeasure untuk malas?

Hanya saja sebagian pikiran saya seperti mengatakan bahwa ini bukan lah malas, mungkin ia saudara nya malas tetapi bukan si malas itu, atau hanya tetangga nya si malas, dekat dengan malas tapi tak ada mirip.

Isteri saya menganggap ini kemalasan dalam hal aktivitas ke-akhirat-an, ibadah dsj. Kenapa ?  karena katanya ta ada motivasi diri. Kenapa tak ada motivasi diri ? ia tak bisa jawab.

 

 

Assalamualaikum.Mohon izin tuk memperkenalkan diri yah… Nama saya Chandra alhamdulillah Alloh telah menqdirkan saya menjadi suami yang punya blog ini. maka nya saya bisa menembus untuk mengakses blog ini…saya yaqin pasti ada yang baca blog ini.. minimal Alloh tahu tentang ini… eit… wait for a moment… isteri saya sudah nyiapin makan… saya makan dulu yah……………………………………………………………………………………