Kita dan ..

Archive for the ‘Kita dan Ukhuwah’ Category

Berhubung waktunya mepet, jadi singkat aja ya..

3 aktivitas paling penting:

1. Interaksi dengan Al Quran

2. Belajar bersama anak anak

3. Membereskan rumah

 

3 aktivitas paling tidak penting:

1. Tidur

2. Main HP

3. Nonton TV

JADWAL HARIAN

04.00-05.00 tahajud,witir,baca Al Quran,subuh,buat target hari ini

05.00-06.00 buat susu untuk anak anak,kopi untuk abi, beres beres rumah(nyapu,ngepel,beresin tempat tidur)

06.00-07.00 masak,cuci piring,jemur pakaian

07.00-08.00 kasih makan anak anak

08.00-10.00 main sama anak

10.00-11.00 istirahat 11-12.00 setrika

12.00-13.00  kasih makan anak

13.00-17.00 fleksibel, ambil jemuran dan lipetin jemuran, baca quran dll

17.00-19.30 quality time with children plus evaluasi

19.30-21.00 toko online

21.00-22.00 Murajaah

 Bismillah

A. Mari kita lihat kembali NHW#1 apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di universitas kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan di kuasai?

– kalau di tanya dan mereview kembali NHW#1 apakah saya akan merubah ilmu yang ingin saya tekuni di universitas kehidupan ini ? jawabannya 

tidak, saya akan tetap pada tujuan saya semula yaitu Al Quran. Karen Al Quran telah banyak mengubah hidup saya.

Semoga Allah mudahkan

B. Mari kita lihat NHW#2 ,sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
– Kalau di tanya apakah saya sudah konsisten mengisi checklist yang saya buat di NHW#2 ?

jujur, belum. Saya akan buatkan ceklisnya malam ini. InsyaaAllah.

C. Baca dan renungkan kembali NHW#3 apakah sudah terbayang apa kira kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

InsyaAllah saya sudah mengerti. Saya akan memaksimalkan potensi yang ada pada diri saya.

D. Setelah menemukan 3 hal tersebut susunlah ilmu ilmu apa saja yang di perlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut
– Dalam menjalankan misi ini saya harus menyusun beberapa ilmu agar misi ini berhasil dan menyenangkan tidak.

  1. Ikhlas
  2. Istiqomah
  3. mau belajar lagi

E. Tetapkan milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan misi hidup

Saya tetapkan di usia saya yang ke28 menjadi titik tolak saya untuk memulai hidup yanf lebih baik lagi.

Km0-3, saya akan rutin tilawah hingga 5 juz per hari serta murajaah sedikit sedkit

km3-6, saya akan mencoba murajaah di pondok tahfiz saya dulu

km7 dan seterusnya , saya akan mencoba untuk memaksimalka  potensi yang ada pada diri saya lewat dakwah Al Quran.

F. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2 apakah sudah anda masukan waktu waktu untuk mempelajari ilmu ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

InsyaaAllah secepatnya.

G. Lakukan ,lakukan ,lakukan ,lakukan

Semoga Allah menganugrahkan karunia dan kemudahan dalam menekuni Al Quran sehingga Al Quran bukan hanya ada di dalam otak saya atau sebatas di tenggorokan tapi menyerap dalam pribadi dan saya bisa menerbar manffat lagi untuk oranf lain. Aamiin

Jam, Menit, detik, itulah hitung waktu yang sedang bergulir saat ini. Ia terus melaju, tak peduli seberapa keras kau berusaha menahannya. Kita tak akan bisa menghentikan waktu. Waktu akan menjadi saksi apa yang telah kita lewatkan bersamanya. Ia akan terus berputar, hingga saatnya ia harus dipertanggungjawabkan.

 

Pertanyaannya,

Apa yang kita lewatkan dengan waktu ini?

  • pekerjaan bermanfaat atau sia-sia
  • ibadah atau maksiat
  • kebaikan atau keburukan
  • pikiran positif atau pikiran buruk
  • banyak tidur atau sedikit tidur
  • kerajinan atau kemalasan
  • dsb

ya sekarang kita tinggal memilih akan diisi dengan apa waktu yang masih tersisa ini.

waktu ini pun seringkali menjadi bumerang jika kita tidak mampu mengelolanya dengan baik.

Sebagai contoh kecil, dalam pekerjaan, kedisiplinan itu sangat diperlukan, misalnya disiplin dalam masuk kantor. 5 menit masuk kantor telat,, maka akan banyak hal yang terlewatkan dan tergadaikan. Hal yang terlewatkan itu misalnya pekerjaan yang harusnya dikerjaan di awal  jadi tertunda, dsb. adapun hal yang tergadaikan adalah integritas kita di tempat kerja. hal ini berhubungan dengan masalah kepercayaan. Sejauh mana kita dapat menghargai waktu!

 

yuk, mumpung masih ada waktu yang tersisa, kita kelola dan manfaatkan sebaik mungkin untuk kebaikan!

 

CHAYOOO…!

Sebuah catatan iseng di tengah waktu luang..

Sebuah rangkaian kepingan episode yang masih menempel..

Sayang kalo ga ditulis..

It’s all about PAS

 

PAS …

Satu kata yang sangat saya rindukan setelah menjadi alumni. Satu kata yang penuh dengan memori unik dan menyenangkan. Ada berjuta rasa ketika saya mengingat itu. Tidak pernah terpikir sekalipun akan bergabung dalam organisasi yang berada di komplek salman tersebut.

Saya ingat ketika itu..

Tahun 2007, Tahun kedua.. saya kuliah di UPI.. universitas pendidikan yang julukannya beragam mulai dari Universitas Padahal IKIP, Universitas Pesantren Indonesia,  dsb.

Mahasiswa-mahasiswi hilir mudik di depan ruang kelas. Kelas telah usai. Seseorang akhwat berkulit putih dan berwajah melayu sibuk menawar-nawarkan selebaran tentang open recruitment sebuah organisasi islami pecinta anak-anak yang bernama PAS alias pembinaan anak-anak salman ITB.  Yupz.. she is my frendship, her name is sintri. Begitupun dengan wati dan ginda.

“CAKAR… calon kaka baru semester 48..”

Saya hanya melihat selebaran itu dengan tatapan dingin. Anak-anak?? Saya tidak begitu suka dengan anak-anak. Saya lebih suka menggoda anak-anak, bahasa sundanya mah “ngaheureyan”..heu

Telinga saya sering terusik ‘penasaran’ akhir-akhir itu ketika saya berkumpul dengan temen-temen math lainnya. Sintri, Wati dan Ginda sering kali membicarakan kehebohan yang terjadi di PAS. Saya tertarik dengan banyaknya nama-nama anggotanya yang diplesetin jadi unik dan lucu. Ah..tapi saya tidak akan menyebutkan nama-nama itu disini.

Sahabat-sahabat saya yang lain..Linda, Elita, dan Silvi pun memutuskan untuk ikut pada akhirnya.

Membuat saya berpikir ulang, Ikut ga ya?? Ikut..ga..ikut..ga..ikut..

‘Mungkin aja setelah ikutan PAS, saya jadi suka anak-anak,’ pikir saya.

“mm..masih ada ga formulirnya?”tanya saya

“oh.. sudah habis. Ini hari terakhir. Kalo Dewi mau, langsung ke sana aja.”

Seingat saya sih itu, heu

Karena itulah yang memutuskan saya untuk langsung datang ke Salman.

Angkot cicaheum ledeng pun segera membawa saya menuju kawasan taman ganesha yang sering disingkat TASHA. Saya dan temen saya celingak-celinguk.. mana mesjidnya?!?

Jarangnya intensitas pergi ke daerah depan kebun binatang tersebut membuat memori saya kabur. Sudah lama ngga ke daerah sana. Maklum saya tidak cukup mengingat denah tempat dalam waktu yang singkat.

Saat itu, kaki saya telah berpijak di depan gedung kayu. Dulu saya hanya kenal KARISMA, sebuah organisasi islami yang menaungi pembinaan untuk remaja SMP-SMA. Jujur, saya lebih suka dengan anak-anak SMP dan SMA. Pikiran saya pun langsung berbalik  arah untuk masuk KARISMA.

Dengan langkah perlahan tapi pasti, mata saya pun langsung tertuju pada lantai satu. Saat itu, sekelompok mahasiswa sedang asyik berkumpul membicarakan sesuatu.

“Kalo karisma lagi buka pendaftaran?”

“belum buka lagi, nanti ……….”

Wajah saya pun merenggut, dan kaki saya pun bergerak cepat ke lantai tiga.

Unik, itu kesan pertama saya. Pintu sekeretariat terbuka dengan lebar. Jendela-jendelanya pun terdapat celah-celah lebar, tidak benar-benar tertutup. Cat-cat warna-warni dalam wadah botol akua bekas dengan kuas-kuas tergeletak di samping kanan tempat saya berdiri di depan pintu masuk. Kanan kirinya terdapat kaleng cat tembok putih. Sosok berbalut kain menatap saya seolah bilang “Selamat datang di lantai 3, saya akan selalu menemani hari-harimu di PAS”. Setelah penyelidikan panjang (lebay mode on), sosok boneka itu bernama sidik.. ^_^.  Namanya mirip dengan nama adik saya yang meninggal ketika Ia masih bayi..T_T.

Dua orang mahasiswa tingkat akhir segera menyambut saya dengan senyum yang super ramah =(^_^)=. Layaknya  seseorang baru bertemu lagi dengan kawan lamanya.

“mau daftar PAS?”

“iya”

“dari mana?”

“UPI, Pendidikan Matematika”

Pembicaraan pun berlanjut.

“ka Viera semester 42..” dengan senyumnya yang imut. Mahasiswi ITB jurusan kimia.

“Ka Nyit-nyit semester 41” dengan mata berbinar-binar ceria… nama aslinya ka nita. Mahasiswa UPI jurusan manajemen bisnis.

“kalo disini semuanya dipanggilnya kaka, bukan akang atau teteh”

“ini dengan ka siapa?”

“ka Dewi”

“eh nama Dewi belum ada ya”

‘kenapa teh? Eh kenapa ka?”

“iya kalo disini ga boleh ada nama yang sama, nanti adiknya bingung ka”

Ka viera dan ka nyit-nyit pun menjelaskan seluk beluk tentang PAS dengan lengkapnya. Saya menjadi semakin tertarik untuk masuk PAS.

“Kalo sekarang kaka masih CAKAR atau calon kakak baru. Kaka ikut dulu pelatihan beberapa minggu, wawancara, magang, mabit, dll. Nanti kaka juga bakalan dapet wali kaka. Wali kaka ini bakal jadi salah satu penentu kelulusan kaka untuk jadi kaka baru. Wali kaka ini seperti orang tua kaka di PAS. Kalo kaka ada masalah selama di PAS, kaka bisa curhat ke wali kaka. Kalau udah lulus, di PAS, kakak minimal aktif tiga semester, baru bisa disebut alumni PAS. PAS itu ada yang namanya segitiga emas ka. Kakak, orang tua, adik.  Jadi di sini, kaka bisa banyak belajar tentang adik-adik, orang tua dsb.”

“Di PAS, mentoring adiknya ada dua. Untuk teka sama esde. Penentuan kaka jadi kaka teka atau kaka esde ditentuin nanti kalo kaka udah lulus. Mentoringnya ada 12 pertemuan ka. Pembukaan, 10 mentoring, sama penutupan. Ada juga mentoring keluar. Jadi kalo kaka pengen ke suatu tempat tapi belum kesampaian, bisa diusulin ka. Heu Ada mentoring club, ini tergantung minat adik-adik ke mana. Pokoknya, banyak hal yang seru ka di PAS!”

“disini juga ada NGAKAK ka”

“tuh kan ketawa” lanjutnya

“ngakak itu ngaji kakak kak”

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Kesan pertama tentang PAS menjadi kesan menyenangkan yang akan selalu saya ingat. Ramah, terbuka dan bersahabat. Membuat saya betah di PAS, selalu ingin ke PAS berulang kali, walaupun jaraknya jauh dari rumah saya. Lumayan 1 jam perjalanan kalau lancar naik angkot soreang-leuwipanjang sekali, trus naik damri. Pada akhirnya, PAS pun membuat saya benar-benar menyukai anak-anak, senang berada di dekat anak-anak.

PAS adalah organisasi terunik yang pernah saya ikuti. Salah satunya keunikan di PAS adalah tidak ada senioritas ataupun junioritas. Angkatan berapapun di PAS, usia berapapun di PAS, teteeep aja di panggilnya KAKA. Sekalipun, kaka tersebut udah berkeluarga dan punya anak yang usia dewasa. Aneh, memang!

Untuk semua kakak PAS,,

SENANG RASANYA PERNAH BERGABUNG DI PAS DAN BISA MENGENAL KAKAK-KAKAK PAS YANG UNIK, ARARANEH, DAN MENYENANGKAN.

Beruntungnya saya pernah bergabung di PAS………………

How a wondeful organization..

^-^

 

Tahukah..

sering kali saya merasa sendiri. Kesepian. Sunyi. Seorang diri. Tidak berarti. Lebih tepatnya seorang akhwat kesepian…heu

Ntahlah saya seringkali melihat orang dari bahasa tubuhnya bukan dari kata-kata yang diucapkan..

ketika orang itu menunjukkan bahasa tubuh penolakan, maka saya akan menjauh dengan sendirinya walaupun kata-katanya berupa penerimaan. Saya akan menjadi sulit untuk berkomunikasi dengan orang tersebut. Padalah bisa ajakan orang itu lagi bete..heu.. atau mungkin karakternya seperti itu..

tapi pengalaman organisasi membuat saya mengerti bahwa setiap orang ingin dipahami. Setiap wanita ingin dimengerti dan setiap pria ingin dihargai. Itulah yang saya pahami ketika berorganisasi.

Alangkah bahagianya ketika berorganisasi dahulu, setiap orang dapat saling memahami. Begitu datang orang baru, orang lama menyambutnya dengan baik.

Berbeda dengan dunia kerja, orang barulah yang harus menyesuaikan diri dengan orang lama.

Maka sekarang waktunya belajar untuk mengerti orang lain bukan lagi ingin dimengerti.

 

Belajar memahami orang lain akan membuat kita mengerti bahwa kita tidak kesepian. Kesepian dibangun dari frame pikiran yang buruk, sehingga kita berperilaku menjauh, mengasingkan diri dari sekitar. Pikiran yang buruk berarti suudzon.. berprasangka buruk. Apa yang kita pikirkan, itulah cerminan diri kita. Orang lain yang kita pandang buruk, padalah sebenarnya diri kita yang buruk, bukan mereka.

 

Ketika berpikiran tertutup, Saya tidak menyadari bahwa di sekeliling saya banyak sekali orang-orang yang baik, yang siap sedia membantu saya tatkala saya kesulitan akan sesuatu.

Saat ini, saya mulai berpikiran positif. Barulah saya sadar bahwa saya dikelilingi oleh banyak teman yang baik.

keluarga, teman-teman kuliah, kakak-kakak pas, rekan kerja, dan lain-lain.

Terima kasih untuk semua orang yang telah membantu saya dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang saya hadapi.

Tidak ada hal yang bisa berikan kepada kalian kecuali semoga Allah membalas segala kebaikan yang kalian berikan dengan berlipat ganda dan semoga Allah mencurahkan rahmatnya kepada kalian semua. aamiin..

Terima kasih..

Arigato..

Syukron..

Jazakallah..

Thanks Ma Pren..

(^_^)

 

Setiap kali mengikuti suatu acara yang didalamnya mengingat Allah, Alhamdulillah aku selalu mendapat sahabat baru, kawan baru.

Sebutlah pelatihan A, aku mendapat seorang kawan baru. Padahal sebelumnya, aku sering melihatnya sebagai orang yang dingin. Tapi dia menjadi sahabatku. Subhanallah..

Dari beberapa halaqah al-Quran yang ku ikuti. Aku pun mendapat kawan baru sebutlah R. Ia orang yang baik, padahal baru kenal. Atau E, ia seseorang yang lebih muda dariku tapi subhanallah aku kagum kepadanya akan ilmu yang dimilikinya. Aku pun mendapat adik-adik baru, sebutlah SL dan SI, mereka adalah anak-anak muda yang semangat untuk menimba ilmu. SL masih SMP kelas 3. SI masih SMA kelas 2. Atau L, sahabatku yang begitu pengertian. Dari mereka, aku termotivasi untuk lebih giat lagi dalam menyempurnakan pemahamanku dan hapalanku. Tidak ada kata telat bukan untuk belajar sesuatu.

Dari halaqah-halaqah tersebut pun, aku pun mendapat beberapa teteh pembina baru. Dari halaqah 1, aku mendapatkan teteh Pembina yang menyejukkan hatiku, ntahlah setiap kali aku bertemu dengannya aku merasakan suntikan iman. Dari halaqah 2, aku mendapatkan teteh Pembina yang tegas dan mendidikku untuk benar-benar menyempurnakan pemahamanku. Dari halaqah 3, aku mendapatkan teteh Pembina yang begitu pengertian dan sering mengiris sms motivasi kepadaku. Dari halaqah 4, aku mendapatkan teteh Pembina yang selalu mengontrol perkembanganku. Alhamdulillah.

Terus-terang teman-teman, adik-adik dan teteh-teteh yang kutemui dalam suatu majelis ilmu-Nya lebih berkesan di hatiku, daripada teman-teman yang hanya bertemu di kuliah, organisasi dsb. Ntahlah ada suatu keterikatan batin yang lebih kuat dengan mereka yang berada di majelis ilmu dibandingkan tidak. Aku merasa mereka lebih dari saudaraku. Saudaraku saja belum tentu sedekat itu selalu mengingatkan aku di kala aku tersalah. Tidak ada kebahagiaan yang lebih dari ini selain memiliki teman-teman, adik-adik dan teteh-teteh  yang soleh.

Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-MU, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Aamiin. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Muhammad, kepada keluarganya, dan kepada semua sahabatnya.

Thank You Allah.

Dia sahabatku waktu tingkat satu,

kami sering berjalan bersama,

Tapi perlahan kami mulai menjauh..

 

Dia dan aku tidak saling kenal,

kami hanya sering bertemu di bis kota,

kadang aku sering memandangnya dengan tatapan dingin,

karena aku melihatnya dingin,

tapi perlahan kami bersahabat..

 

aneh,

terkadang orang yang paling dekat dengan kita saat ini berbalik menjadi orang terjauh,

orang terjauh dengan kita saat ini berbalik menjadi orang terdekat,

 

tapi semoga persahabatan ini tetap dilandasi keikhlasan..

dengan dia yang jauh, ataupun dia yang dekat saat ini..

walaupun saat ini kami jarang bertegur sapa,

semuanya telah sibuk dengan dunianya masing-masing,

semoga persahabatan ini dapat mengantar kami ke dalam jannah-Nya

 

Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya didalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, dari wajah-wajah mereka bercahaya mereka bukan para Nabi ataupun Syuhada. Para Nabi dan syuhada iri kepada mereka. Ketika ditanya para sahabat “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah saling bersahabat karena Allah dan saling kunjung karena Allah.”

[HR Tirmidzi]