Kita dan ..

Archive for the ‘Kita dan Keluarga’ Category

Bismillah..

Tentong..

Jam sudah lewat dari jam 12 malam.

YUP saya kerjain ini malam malam.

Mumpung bisa.hehe

Oke kali ini saya akan share KPI saya atau key performance indicator sebagai seorang istri, ibu dan individu yang saya buat berdasarkan hasil diskusi degan suami dan hasil pengamatan saya dengan anak berdasarkan kebutuhan mereka.

KPI Individu

  1. Tilawah minimal 1 juz sehari.
  2. Murajaah minimal 1 halaman sehari.
  3. Solat di awal waktu maksimal setengah jam setelah adzan.
  4. Baca surat Al Waqiah pagi pagi dan Al Mulk Malam hari
  5. Berdoa minimal satu kali saat waktu mustajab semisal saat adzan berkumandang.
  6. Tasmi  setiap hari.
  7. Datang ke majelis ilmu minimal 2minggu sekali
  8. Baca buku minimal 1halaman setiap hari.
  9. Dhuha minimal 2hari sekali
  10. Tahajud minimal 2hari sekali
  11. Olahraga minimal 1 minggu sekali seperti jalan kaki
  12. Tidak berlebihan dalam makan, makan seperlunya
  13. Merawat badan setiap hari
  14. Witir tiap hari

KPI Ibu

  1. Membacakan cerita untuk anak setiap hari
  2. Mengajak anak bermain di luar rumah setiap hari
  3. Memeluk dan mencium anak setiap hari
  4. Menahan emosi saat anak bertengkar atau melakukan hal yang mengesalkan orang tua (ingat hadis La taghdhob walakal jannah.. jangan marah maka bagimu surga)
  5. Mengajarkan anak menggambar dan menulis setiap hari
  6. Memandikan anak-anak pagi dan sore
  7. Menyediakan kebutuhan makan anak
  8. Mengajak anak tamasya setiap bulan
  9. Memberikan vitamin setiap hari
  10. Mencatat kegiatan harian anak di buku fortopolio anak

 

KPI Istri

1. Memasak setiap hari dengan mencari resep yang enak dicookpad

2. Manajemen waktu:

Setelah subuh:

  • Bereskan tempat tidur dan ruangan
  • Membuatkan susu untuk anak dan kopi atau susu untuk suami
  • Memasak nasi
  • Menyapu dan mengepel
  • Mencuci baju
  • Mencuci piring
  • Memasak pagi dan menyuapi anak
  • Membuat air panas(air teh dan air untuk mandi anak anak) dan memandikan anak
  • Membeli sayuran dan lauknya
  • Memasak makanan yang telah dibumbui semalam.

Saat anak tidur siang:

  • Menjemur
  • Menyetrika lalu
  • Ikut Istirahat

Saat Malam:

  • Membalik balikkan baju yang akan disetrika
  • Merapihkan barang barang pada tempatnya

3. Menyimpan barang pada tempatnya yang sebelumnua telah dilabeli

4. Memenuhi kebutuhan suami baik pijat maupun bilogis.

 

 

 

 

 

 

 

Maaf karena belum bisa menjadi anak yang berbakti.

Dan…

Terima kasih untuk setiap hal yang kalian berikan.

Aku tau dibalik apapun yang kalian berikan untukku adalah bentuk kasih sayang kepadaku.

Ntah dengan apa aku dapat membalasnya..

Tapi aku berharap kalian ditempatkan di surga tertinggi dan kita sekeluarga berkumpul bersama di sana dengan keridhoan-Nya. aamiin

Teruntuk orang tuaku dan nenek-kakekku..

I love u coz Allah..

Ya Allah,

izinkan aku membahagiakan mereka sebelum aku tiada atau sebelum mereka yang tersisa tiada..

izinkan aku untuk membahagiakan mereka yang telah tiada  sebelum aku tiada

izinkan aku mendapatkan keridhoan-Mu sepanjang hayatku

izinkan teman-temanku untuk berbakti kepada kedua orang tuanya dengan keridhoan-Mu

aamiin

bandung, 06-12-12

Aku besar di bandung dari umur 5 tahun. Pendidikan nenek, kakek dan mamahku telah menjadikan aku memetik banyak pelajaran hidup.

Nenek, seorang sosok yang penuh tanggung jawab, pinter masak, dan tegas. Seperti halnya dengan nenek yang lain, nenek  itu cerewet. Tapi dibalik itu, nenek menyimpan sejuta kasih sayangnya untukku. Dibalik tegurannya, hal itu merupakan wujud kepeduliannya. Ia begitu ikhlas merawat kami dari kecil. Nenekku seorang sosok istri yang sangat baik untuk kakek. Selalu menyediakan air minum untuk kakek, selalu menunggu sarapan makan malam dengan kakek. Sewaktu nenek sakit, nenek minta maaf sama kakek karena tidak bisa melayani kakek. Sungguh terharu!

Kakek,seseorang mantan TNI, pendiam tapi sebenarnya ia sangat tegas. Kedisiplinan semasa TNI pun ikut terwujud dalam ibadah solatnya yang hampir selalu tepat waktu, bahkan sering kali belum adzan, kakek telah bersiap-siap untuk solat, terutama jika solat subuh. Sayangnya, kakek tidak rutin untuk solat berjamaah di mesjid. Kakek pun sering solat tahajud dan membaca al-Quran kendati usianya telah senja. Ia pun sosok yang penyayang kepada cucu-cucunya, ya seperti saya ini. Aku sering kali malu kepada diriku sendiri. Seharusnya yang lebih giat beribadah itu anak muda, bukankah anak muda punya kekuatan yang lebih daripada orang tua? Walaupun usianya sudah menginjak 80an saat ini, tapi itu tak mengurangi kelemahan fisiknya. Ia tampak lebih kuat dari orang seusianya, begitu juga dengan nenekku.

Mamah, seseorang yang selalu membantu dan peduli terhadap sekitar. Tapi sering kali bantuannya itu disalahartikan oleh sekitar. Entah karena salah ucap, atau nada ucapannya. Yang pasti, ia selalu mempunyai banyak  teman dekat yang setia. Yup, mamahku, orang yang pandai bergaul dan mandiri.  Ia selalu mendahulukan anaknya dibandingkan dirinya. Selalu membantu menyelesaikan persoalan anak-anaknya sesulit apapun. Alhamdulillah Engkau memberikan sosok mamah yang begitu tegar menjadi single parent dalam mengurus kami. Suatu saat aku mencabut ubanmu, ubanmu masih sedikit. Tapi saat ini, ubanmu sudah semakin banyak, aku sadar waktu ku semakin menipis untuk memberikan suatu hal yang berharga untukmu.

Sudah 21 tahun, aku belum bisa memberikan suatu hal yang berharga kepada mereka terutama untuk nenek, kakek dan mamahku. Aku ingin sekali membawa mamahku untuk memahami islam lebih baik lagi. Ya Allah perkenanlah aku untuk memberikan satu hal yang berharga untuk orang-orang yang kusayangi, terutama nenek, kakek dan mamahku. Aamiin.