Kita dan ..

Archive for the ‘Kita dan ALLAH’ Category

Di dekat rumahku, ada 2 mesjid.

Awalnya aku sering tarawih di mesjid yang besar. kebetulan aku ngajar ngaji anak-anak di sana,sekalian ngecek kalo ramadhan anak-anak bisanya kapan. Sayangnya kebanyakan imam disana suka kecepetan bacaannya.
Belum selesai aku baca, sudah “Allahuakbar”..

Mesjid satu lagi kecil. Jamaahnya pun sudah pasti lebih sedikit berapa kali dari mesjid besar. Namun, bacaannya lebih tenang tidak rusuh.

nah aku lebih suka mesjid yang kedua ini. berbeda ketika kecil dulu,lebih suka cepet.

subhanallah..

walaupun tidak dicari, rizki itu menjemput sendiri sang pemilik rizki..Allah Maha Besar.

Ya, begitupun dengan masalah jodoh, umur semuanya telah ditetapkan oleh Sang pemilik jiwa.

kendati begitu, manusia tetap harus berikhtiar.

Apa yang dicari? Sebenarnya apa yang ingin dicapai?

Mengaku mencintai Allah, tapi sering kali menempatkan makhluk di atas Allah.

Mengaku mencintai Rasulullah, tapi sering kali sunnahnya diabaikan.

Mengetahui adanya hari akhir, hari pembalasan dimana tidak ada penolong lagi selain Allah, tapi sering kali melakukan perbuatan yang tidak disukai-Nya.

Menyadari bahwa segala sesuatunya akan kembali kepada Allah dan bahwa semuanya hanyalah titipan, tapi sering kali bersikap bahwa semuanya adalah milik diri, bukan titipan.

Mengetahui bahwa amalan itu baik, tapi seringkali tidak dilaksanakan.

Mengetahui berbagai macam ilmu, tapi sering kali tidak diterapkan.

Adakah hal yang lebih baik di dunia ini selain amal shaleh?

Adakah hal yang lebih berharga di dunia ini selain amal shaleh?

Dunia ini hanyalah bayangan fatamorgana yang penuh kepalsuan. Keindahan dunia benar-benar menyejukkan dan menyilaukan pandangan tapi sebenarnya hanyalah semu belaka. Seperti pelangi, indah sekali. Semakin kita berusaha meraih dan mendekati pelangi tersebut, pelangi itu semakin memudar, hanya asap yang ada, sama sekali tidak tampak satu pun yang berharga. Apa yang disangka akhirat hanyalah semu, pada kenyataannya hal itu benar-benar nyata. Kembali menyadari hakikat hidup bahwa tidak lain manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya dan kembali mengingat kematian.

 

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Q.S. Adz-dzariyat 51: 56)

 

Pernahkah kita merasa ragu dalam hidup? Sering sekali. Merasa yakin, lalu ragu, merasa yakin lagi lalu ragu. Zaman ini, Kita memang telah berada di wilayah abu-abu, samar-samar. Putihnya putih sudah tercampur dengan hitamnya hitam. Sulit untuk dibedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tipu daya setan sering kali menjerumuskan kita ke dalam wilayah tidak jelas tersebut.

Tapi, kita mempunyai panglima kejujuran dalam hidup kita, panglima itu bernama hati. Panglima itu tidak bisa digertak ataupun dipengaruhi untuk mengucapkan apa yang tidak sesuai dengan nuraninya, ia selalu konsisten mengatakan kebenaran apa adanya walaupun pahit.

Jadi, ketika kita berada dalam keragu-raguan, apapun itu tanyakan pada hati, kalau tidak yakin ya tinggalkan. Seperti sabda Rasulullah dalam hadist arbain no.11:

Dari Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, cucu Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kesayangan beliau radhiallahu ‘anhuma telah berkata : “Aku telah menghafal (sabda) dari Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu “.

[Tirmidzi no. 2520, dan An-Nasa-i no. 5711]

Hadist ini pun terkait dengan hadist arba’in no 6.

Dari Abu ‘Abdillah An-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhuma berkata,”Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, maka barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya, dan barangsiapa terjerumus dalam wilayah samar-samar maka ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang maka hampir-hampir dia terjerumus kedalamnya. Ingatlah setiap raja memiliki larangan dan ingatlah bahwa larangan Alloh apa-apa yang diharamkan-Nya. Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”.

[Bukhari no. 52, Muslim no. 1599]

Sekarang yang jadi masalah adalah bagaimana membuat panglima itu hidup, sehingga ia senantiasa dapat mengiringi langkah kita? Panglima itu akan hidup jika ia senantiasa didekatkan dengan penguasa alam ini, Allah S.W.T. Yupz, dzikir dapat membuat panglima itu hidup. Dengan dzikir, kita senantiasa insyaAllah semangat dalam mencari ilmu-ilmu-Nya sehingga dapat membedakan antara was-was dan keragu-raguan. Was-was sering kali kita dapati ketika solat. Seperti misalnya ketika kita solat, kita lupa rakaat ke berapa, atau ketika solat kita merasa seperti buang angin, sehingga kita was-was untuk meneruskan solat atau tidak. Beda halnya kalau kita tau ilmunya bahwa kalau kita lupa rakaat dalam solat, maka islam telah memberikan rukhsah atau keringanan yaitu dengan melakukan sujud sahwi. Atau ketika solat kita merasa seperti buang angin, rasulullah telah menjelaskan dalam sabdanya riwayat bukhari muslim bahwa kita harus meneruskan solat tersebut sampai kita mendengar suaranya atau mencium baunya.

So, hidupkan hati kita!! Buat hati ini benar-benar hidup bukan hanya fisik saja yang hidup! Ya Allah, bantulah hamba untuk menghidupkan hati dan mengisi hati ini dengan cahaya-Mu. Aamiin.

menata diri,,

menata hati,

menata pikiran,

menata jiwa.

belajar untuk memahami bahwa kesempurnaan hanya milik Allah..

 

ketika terlanjur mengerjakan sesuatu dengan kesalahan kecil,

berusaha untuk memakluminya dan melupakannya dalam sekekap,

ingat “tiada sesuatupun yang sempurna”

 

begitulah,

mulai hai ini aku memaknai hidup,

tidak bisa tidak bergantung kepada-Nya.

selalu memohon petunjuk dan bimbingan-Nya apalagi ketika diri ini tersalah.

saat ini dan semoga untuk selamanya,,

Allah dan Rasul-Nya Muhammad Sallalahu alaihi wassalam menempati posisi teratas dalam hidup saya, dan orang tua saya dibawahnya.

Terima kasih ya Rabb, Engkau telah mengenalkan aku pada islam, penyejuk hati dan solusi dari segala masalah.

Terima kasih yang Rasulullah, engkau telah mengajarkan aku bagaimana menjalani hidup dengan penuh keikhlasan.

Walaupun langkah ini masih terbata-bata, insya Allah perjuangan ini akan membuahkan hasil.

sayangnya kata-kata itu masih terpatri di hati dan ucapan, belum sepenuhnya melaksanakan amalan baik dengan seikhlas dan sebenarnya.

proses untuk ke arah puncak memang membutuhkan perjuangan yang tak mudah. Bukan hasil sempurna yang dicari, tapi cukup apa yang diikhtiarkan itu sudah cukup.

seringkali mengerjakan sesuatu hal dengan sempurna, menginginkan kesempurnaan. Berkali-kali menginginkan kesempurnaan, berkali-kali pula terjatuh karena tak menemukan kesempurnaan.

menginginkan kesempurnaan itu membuat batin tersiksa dan akibatnya banyak pekerjaan yang terlalaikan, karena berlarut-larut memikirkan masalah itu.

satu-satunya cara setelah ikhtiar, ya pasrah.

memasrahlkan segala sesuatunya hanya pada Allah.

setelah pasrah, beban yang selama ini menyesak hati, terasa terangkat, badan jadi rileks. Alhamdulillahirabbilalamin.

Subhanallah, solusi segala masalah adalah Allah.

Aku ikut mau-Mu ya Rabb, karena ku tahu, Engkau telah mempersiapkan sesuatu yang terbaik bagiku.. ah jadi teringat

Dalam hadits Qudsyi Alloh Ta’ala berirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rah-mat) bila dia ingat Aku. Jika dia meng-ingatKu dalam dirinya, Aku mengingat-nya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mende-kat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat ke-padanya sedepa. Jika dia datang kepa-daKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”.(HR.Bukhari,kitab Tauhid:6856 )

Sungguh saya pun beruntung menjadi bagian dari umatnya Rasulullah (semoga ini bukan hanya tulisan tapi benar-benar dapat meneladani rasulullah). Dalam al-Quran yang merupakan wahyu yang diturunkan Allah kepada Muhammad S.A.W., terdapat ayat favorit saya yang membuat saya tetap dapat berdiri kembali, terharu jadinya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al-Baqarah: 286)

lemah, letih, lesu,

itulah yang kurasakan sekarang..

Ya Allah, tolong..

saya merasa ada sesuatu yang terlepas, saya juga tidak tau apa,

apakah itu ilmu khusyu?

jika ya tolong kembalikan kepada saya sekarang juga..

karena saya sungguh tidak kuat lagi..

saya merasa terombang-ambing di dunia fana ini.

sudah tahu hukumnya tapi tetap saja melakukan kesalahan berulang-ulang, sungguh manusia itu makhluk yang sering melakukan kezaliman.

Laa illa ha illa anta, subhanaka inni kuntu minadz-dzalimin..

jadi teringat doa nabi yusuf tatkala menanggung kesedihan di dalam perut ikan paus.

tapi kenapa baru benar-benar memohon ketika dlam kesulitan?

Hwwhhh..

saya benci berada di kondisi seperti ini.

ingin rasanya mendapat suntikan dan amunisi penambah semangat dan iman..

biasanya cara tergampang untuk mendapatkan semua itu, saya dapatkan ketika melihat orang-orang tertentu.

entahlah ada beberapa letupan semangat yang membara ketika melihat mereka.. mungkin karena hubungan mereka dengan ALLAH sangatlah kuat jadi saya pun ikut merasakannya..

tapi saya belum lagi bertemu dengan orang-orang seperti mereka..

pertemukanlah saya dengan mereka..

agar saya dapat kokoh tegak berdiri lagi.

andai waktu dapat berputar, maka saya akan berputar untuk memperbaiki kesalahan saya. sayang waktu terus melaju tak peduli dengan penyesalan orang-orang sekitarnya, sangat cuek.

sekarang hanya bisa memperbaiki yang masih tersisa..

hai.. ketenangan dan semangat datanglah ke dalam diriku sekarang juga..

hai..iman ajaklah teman-temanmu untuk bersamaku selalu dalam keadaan apapun, tetaplah bersamaku dan bantulah aku untuk mengatasi persoalan serumit apapun..

aamiin..

senin, 3 jan 2011