Kita dan ..

Cerita di Halaqah Al-Qur’an

Posted on: 18 Januari 2011

Suatu hari di halaqoh al’Quran yang ku ikuti, seperti biasa aku akan setoran beberapa ayat yang telah ku hafal sebelumnya. Ini halaqoh di tempat baru yang ku ikuti setelah sebelumnya akan mengikuti halaqah di tempat yang lain. Aku tertarik mengikuti halaqah ini karena halaqah ini ada tambahan tahsin dan bahasa arabnya gratis, ^^. Tapi sampai saat ini, tahsin dan bahasa arabnya belum mulai juga. Di halaqah sebelumnya, aku telah menyetor sekian halaman.  Tidak ku sangka di halaqah ini aku harus menyetor ayat-ayat sebelumnya yang telah kuhapal, dengan kata lain aku harus mengulang semuanya dari awal dahulu, sebelum beralih ke juz yang lain. Karena terus-terang, aku rada lupa lagi mengenai ayat yang telah ku hapal, terutama urutannya. Begitulah jadinya jika hapalan jarang dipakai ataupun di ulang.  Alhamdulillah teteh pembinanya pengertian, jadi aku setoran ayat yang baru saja ku hapal, dan beberapa surat awal juz terakhir.  Tapi tahukah ketika memurajaah(mengulang)  hapalan, teteh pembinaku tersebut mengoreksi banyak hapalan tersebut mengenai tahsinnya. Memang di tempat sebelumnya, tahsinnya jarang dikoreksi. Pulang dari sana, aku sempat lemas dan down untuk meneruskan hapalan.

Jadi selama 3 minggu, aku tidak menghapal baru, melainkan hanya mengulang-ulang hapalan. Hal ini seperti merestart ulang hapalanku. Aku harus memperbaiki pengucapan makhraj, gunnah, mad dsb. Karena tidak ada yang bisa ku minta bantuan di rumah untuk membantuku mengulang hapalan, aku jadinya memakai recorder yang terdapat di HP untuk merekam yang kubaca dan mendengarkannya kembali. Selain itu, aku pun mengulang-ngulang kaset murottal tahsin peninggalan ayahku. Kaset itu baru ku gunakan lagi setelah sebelumnya terkubur selama bertahun-tahun tidak dipakai. Selama 3 minggu pula, aku mengalami naik turun dalam proses menghapal ini. Aku belum menghapal baru karena hapalanku yang ini belum tuntas.  Target tilawah ku pun terhambat, karena aku focus untuk memperbaiki hapalan.

Sampai akhirnya aku hadir lagi untuk ketiga kalinya dalam halaqah al-Qur’ab tersebut. Seperti biasa aku telah mempersiapkan murajaahku, dan karena telah merasa mantap dengan murajaahku, aku hanya mengobrol sambil menunggu giliran tes. Sempat teteh pembinaku mengingatkanku untuk membaca hapalanku sebelum di tes, tapi dengan cueknya aku berkata “oh sudah hapal teh” dan aku meneruskan obrolanku. Setelah tes dan solat dzuhur, teteh pembinaku memberikan tausyiah singkat mengenai menghapal al-QUr-an. Aku merasa isi tausyiahnya sangat menggertakku sekaligus menyadarkanku. Secara ringkas isi tausyiahnya adalah sebagai berikut.

  1. Mengulang hapalan itu tidak cukup satu atau dua kali, tapi berkali-kali. Hal ini untuk memantapkan hapalan.
  2. Ketika berniat setoran hapalan, jangan hanya diniatkan untuk setoran saja, tapi niatkan juga untuk amal lainnya, seperti itikaf. Pengertian itikaf tidak hanya menginap di mesjid, tapi berdiam diri di mesjid pun walaupun hanya beberapa jam itu sudah termasuk itikaf. Jadi ketika setoran hapalan, tidak ada yang mengobrol. Semuanya membaca al-Quran dan mengulang-ulangnya. Untuk menjadi seorang penghapal al-Quran tidak mudah, tapi harus dibiasakan. Dibiasakan dari telinga, mata, ucapan yang selalu mendengar, melihat dan mengucap ayat al-Quran.  Sama halnya ketika setoran pun tidak ada yang terucap dari mulut kecuali ayat al-quran. Kalau lupa, berdoalah kepada Allah untuk membantu kita mengingat ayat yang lupa.
  3. Jangan hanya focus untuk menghapal al-Quran, tapi kita pun harus senantiasa konsisten membaca al-Qur’an. Untuk menjadi seorang penghapal al-Quran, tilawah minimal 1 juz.

Begitulah hikmah dan pelajaran yang kudapat. Mulai minggu ini, pokoknya harus menghapal baru karena akan setoran yang baru. Semangat dan luruskan niat hanya karena Allah. Bismillahirrahmaaniraahiim.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: