Kita dan ..

Bismillah..

 

Kali ini dapet tugas buat desain pembelajaran..

Bacground guru membuat saya otomatis mengerti bagaimana membuat desain ini..

tapi bedanya adalah

 

Sewaktu kuliah itu saya kakuu banget buat desain..

Saya buat gimana saya aja.. teori multiple intelegence udah dimasukkin.. tapi tetap ada yang saya lupakan..

walaupun teori keberagaman kecerdasan anak itu udah melingkupi semua aspek yang ada pada setiap siswa..

saya lupa satu hal..yaitu OBSERVASI.

Dulu saya menyamaratakan semua siswa, pokoknya mereka harus ikut guideline saya. Ga ikut.. ya saya tegur gitu.

Seharusnya di awal saya obeservasi dulu apa yang mereka harapkan, mereka suka dan mereka mau dari setiap pembelajaran sehingga ga ngebosenin.

Ibarat kita mau ngerjain sesuatu tapi kalo ga suka kan jadi ga dapet semangat belajarnya.

Seperti kata kata yang saya dapatkan pada materi ini, MEMBUAT BISA ITU MUDAH TAPI MEMBUAT SUKA ITU TANTANGAN.

jadi tugas saya dalam membuat desain ini adalah bagaimana membuat anak saya sebagai subjek saya agar suka belajar.

Agar anak saya suka dengan desain pembelajaran yang saya buat, saya harus tau

  1. Aktivitas yang sering dia lakukan berulang ulang
  2. Antusias anak dalam aktivitas apa aja
  3. Apa yang sering dia tanyakan dan ceritakan

Jadi mulai sekarang, saya harus bisa  sempat mencatat apapun yang anak anak  lakukan serta antusiasnya, suka atau tidak suka.

Ketika saya dapat poin apa yang dia minati, saya bisa menyelipkan banyak hal yang dia suka ke dalam aktivitas pembelajaran.

Sehingga belajar seperti tidak belajar.

Belajar bukan karena terpaksa, karena dia mau dan dia suka.

Siap siap buat portofolio anak nih…

Sekian

 

 

 

 

 

 Bismillah

A. Mari kita lihat kembali NHW#1 apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di universitas kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan di kuasai?

– kalau di tanya dan mereview kembali NHW#1 apakah saya akan merubah ilmu yang ingin saya tekuni di universitas kehidupan ini ? jawabannya 

tidak, saya akan tetap pada tujuan saya semula yaitu Al Quran. Karen Al Quran telah banyak mengubah hidup saya.

Semoga Allah mudahkan

B. Mari kita lihat NHW#2 ,sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
– Kalau di tanya apakah saya sudah konsisten mengisi checklist yang saya buat di NHW#2 ?

jujur, belum. Saya akan buatkan ceklisnya malam ini. InsyaaAllah.

C. Baca dan renungkan kembali NHW#3 apakah sudah terbayang apa kira kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

InsyaAllah saya sudah mengerti. Saya akan memaksimalkan potensi yang ada pada diri saya.

D. Setelah menemukan 3 hal tersebut susunlah ilmu ilmu apa saja yang di perlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut
– Dalam menjalankan misi ini saya harus menyusun beberapa ilmu agar misi ini berhasil dan menyenangkan tidak.

  1. Ikhlas
  2. Istiqomah
  3. mau belajar lagi

E. Tetapkan milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan misi hidup

Saya tetapkan di usia saya yang ke28 menjadi titik tolak saya untuk memulai hidup yanf lebih baik lagi.

Km0-3, saya akan rutin tilawah hingga 5 juz per hari serta murajaah sedikit sedkit

km3-6, saya akan mencoba murajaah di pondok tahfiz saya dulu

km7 dan seterusnya , saya akan mencoba untuk memaksimalka  potensi yang ada pada diri saya lewat dakwah Al Quran.

F. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2 apakah sudah anda masukan waktu waktu untuk mempelajari ilmu ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

InsyaaAllah secepatnya.

G. Lakukan ,lakukan ,lakukan ,lakukan

Semoga Allah menganugrahkan karunia dan kemudahan dalam menekuni Al Quran sehingga Al Quran bukan hanya ada di dalam otak saya atau sebatas di tenggorokan tapi menyerap dalam pribadi dan saya bisa menerbar manffat lagi untuk oranf lain. Aamiin

Bismillah,

Tugas kali ini membuat saya bingung..hehehe

Soalnya harus buat surat cinta untuk suami.

Ya coba dulu ya.

Tugas pertama: Surat Cinta untuk Suami

 

Dear suamiku tersayang,

Terimakasih untuk hari hari yang kita lalui bersama.

Aa telah menjadi ayah yang sangat baik untuk anak-anak.

Lebih sabar dari saya menghadapi anak-anak.

Aa juga telah menjadi suami yang sangat baik.

Banyak membantu pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh istri.

Terimakasih sudah bersedia membantu.

Aa pun sabar terhadap sikap sikap saya yang selama ini sering tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Hanya satu pintaku kalo saya ada salah tolong tegur secara halus, karena saya tidak suka dengan teguran langsung dengan nada memuncak.

Meskipun aa harus memperingatkan saya berkali-kali, tolong maklumi ya, jangan bosan.

karena perjalanan ini bukan sehari dua hari, masih banyak tantangan ke depan, apalagi dengan rencana kita yang akan menghomeschoolingkan anak anak.

Kalo visi kita masih berbelok belok, maka kita harus punya satu visi.

Jadi kapan mau ngobrol soal visi misi?

Dari,

istrimu

I love you so much.

dewi.

Beres

Tugas no2 Potensi anak anak

Muhammad:

Anak yang sangat dinamis, tidak bisa diam, selalu ingin tau tentang hal di sekitarnya. Anaknya kemauannnya kuat jika sudah fokus pada satu hal, tidak mau berpaling ke hal yang lain. Menyukai dunia perteknikkan.

Maryam:

Sangat feminin,penurut, suka membantu dan rendah hati. Suka mengalah terhadap kakaknya.  Menyukai kegiatan memasak.

Tugas 3 Cari potensi diri di rumah

Mempunyai anak-anak yang dinamis dan aktif, membuat saya seharusnya terpacu untuk membuat kegiatan yg menarik untuk anak anak. Didukung dengan background saya yang pernah di PAS ITB, apalagi sebagai pembuat acara anak anak lagi, seharusnya mudah buat saya untuk berkreasi untuk anak. Saya harus menyetop apapun apabila bermain dengan anak, soalnya suka ada aja pekerjaan rumah yang belum beres.

Mempunyai suami seorang pengusaha seharusnya membuat saya bisa lebih berperan dalam rumah tangga. Pekerjaan rumah tangga lebih terhandle Dan Al Quran bisa saya raih kembali.

Tugas 4 Potensi diri di lingkungan terdekat

Pindah ke rancamanyar dengan kondisi lingkungan setempat yang ramah, seharusnya membuat saya bisa berbaur dengan leluasa. Dan bisa menyediakan lapangan pekerjaan untuk sekitar terutama dalam bisnis kurma coklat. Juga ke depannya mungkin bisa mnyediakan tempat tahfidh dan tahsin gratis.

 

 

 

 

 

Bismillah..

Tentong..

Jam sudah lewat dari jam 12 malam.

YUP saya kerjain ini malam malam.

Mumpung bisa.hehe

Oke kali ini saya akan share KPI saya atau key performance indicator sebagai seorang istri, ibu dan individu yang saya buat berdasarkan hasil diskusi degan suami dan hasil pengamatan saya dengan anak berdasarkan kebutuhan mereka.

KPI Individu

  1. Tilawah minimal 1 juz sehari.
  2. Murajaah minimal 1 halaman sehari.
  3. Solat di awal waktu maksimal setengah jam setelah adzan.
  4. Baca surat Al Waqiah pagi pagi dan Al Mulk Malam hari
  5. Berdoa minimal satu kali saat waktu mustajab semisal saat adzan berkumandang.
  6. Tasmi  setiap hari.
  7. Datang ke majelis ilmu minimal 2minggu sekali
  8. Baca buku minimal 1halaman setiap hari.
  9. Dhuha minimal 2hari sekali
  10. Tahajud minimal 2hari sekali
  11. Olahraga minimal 1 minggu sekali seperti jalan kaki
  12. Tidak berlebihan dalam makan, makan seperlunya
  13. Merawat badan setiap hari
  14. Witir tiap hari

KPI Ibu

  1. Membacakan cerita untuk anak setiap hari
  2. Mengajak anak bermain di luar rumah setiap hari
  3. Memeluk dan mencium anak setiap hari
  4. Menahan emosi saat anak bertengkar atau melakukan hal yang mengesalkan orang tua (ingat hadis La taghdhob walakal jannah.. jangan marah maka bagimu surga)
  5. Mengajarkan anak menggambar dan menulis setiap hari
  6. Memandikan anak-anak pagi dan sore
  7. Menyediakan kebutuhan makan anak
  8. Mengajak anak tamasya setiap bulan
  9. Memberikan vitamin setiap hari
  10. Mencatat kegiatan harian anak di buku fortopolio anak

 

KPI Istri

1. Memasak setiap hari dengan mencari resep yang enak dicookpad

2. Manajemen waktu:

Setelah subuh:

  • Bereskan tempat tidur dan ruangan
  • Membuatkan susu untuk anak dan kopi atau susu untuk suami
  • Memasak nasi
  • Menyapu dan mengepel
  • Mencuci baju
  • Mencuci piring
  • Memasak pagi dan menyuapi anak
  • Membuat air panas(air teh dan air untuk mandi anak anak) dan memandikan anak
  • Membeli sayuran dan lauknya
  • Memasak makanan yang telah dibumbui semalam.

Saat anak tidur siang:

  • Menjemur
  • Menyetrika lalu
  • Ikut Istirahat

Saat Malam:

  • Membalik balikkan baju yang akan disetrika
  • Merapihkan barang barang pada tempatnya

3. Menyimpan barang pada tempatnya yang sebelumnua telah dilabeli

4. Memenuhi kebutuhan suami baik pijat maupun bilogis.

 

 

 

 

 

 

 

Bismillah..

 

Walaupun telat mengerjakan PRnya tidak mengapa.

PR pertama dari materikulasi institut ibu profesional ini membuat saya menjadi feedback kembali kepada goal atau tujuan fokus utama saya.

Kalau ditanya apa yang menjadi jurusan ilmu yang akan saya tekuni, maka saya akan jawab “AL QURAN”.

Walaupun saya saat ini interaksinya dengan  Al Quran drop saat sudah memiliki anak, mungkin masih masa penyesuaian dengan tugas tugas rumah tangga. Tapi saya yakin ke depannya saya pasti bisa.

Alasan terkuat kenapa saya akan menekuni Al Quran, bukan yang lain. Karena saya merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap Al Quran. Saya merasa harus mempertahankan apa yang telah saya raih yaitu dalam proses penghafalan Al Quran. Saya malu dengan Allah yang telah memberi saya karunia berlimpah dalam hal ini tapi saya masih menyia-nyiakannya. Saya merasa dosa besar jika saya membiarkan Al Quran.

Adapun strategi yang harus saya lakukan:

  1. Tilawah rutin

Tilawah merupakan hal yang tidak dapat disingkirkan dari proses penjagaan al Quran. Tapi akhir akhir ini banyak sekali hambatan, terutama yang berasal dari diri saya. Saya jadi sering urung uringan karena ketidakbisaan saya untuk memanajemen waktu yang ada, sehingga apa yang diharapkan jauh dari kenyataan yang ada. Semoga Allah menjaga tangan dan hati saya dari emosi yang meledak, terutama bila dilampiaskan kepada yang lain khususnya anak. 😭

Mungkin saya akan mulai sedikit demi sedikiy dulu.  15menit setelah solat fardu.

2. Murajaah.

Hal ini juga harus saya perhatikan kembali. Betapa banyak waktu saya terbuang percuma, tidak ada esensi dzikrullah, apalagi murajaah. Ya Allah.. sedih.. 😣😣😣

waktu paling efektif untuk murajaah adalah menjelang malam dan sebelum bangun subuh karena saat itu anak anak sedang tidur. Semoga Allah mudahkan..

3. Halaqaah

Sudah lama sejak anak kedua lahir.  Saya jarang sekali hadir dalam majelis ilmu. Saya selalu merasa percuma untuk datang ke sana karena  saya jarang merasa fokus. Jangankan mendengarkan materi, yang ada kesibukan untuk mengejar anak ke sana dan kesini, terutama anak pertama. Karena anak pertama ini sangat kinestetis sekali.

Saya masih mencari solusi agar saya bisa hadir di majelis ilmu bersama anak anak. Mungkin saat ke sana, anak saya,kakang, perlu teman bermain atau saya bawakan mainan dari rumah ya seperti pensil gambar dan buku gambar.

3. Tasmi (mendengarkan hafalan orang lain)

Salah satu hal wajib yang perlu  diagendakan oleh orang yg ingin tetap berinteraksi dengan Al Quran adalah tasmi. Tasmi termudah tanpa keluar rumah adalah mendengarkan hafalan Al Quran lewat murattal ataupun video. Selain untuk menguatkan hafalan juga memotivasi untuk selalu dekat dengan Al Quran. Mungki  akan dimulai dengan memperdengarkan murattal setiap hari.

4. Banyak membaca buku terkait dengan Al Quran

Jikalau lingkungan tidak mendukung, misal orang terdekat jauh dari Al Quran. Tidak ada kata tidak untuk tidak menambah ilmu agar lebih semangat.

5. Sabaar..

Mendekatkan diri degan Al Quran bukanlah sebuah prose yang mudah. Betapa sering diri drop akibat ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga emosi sering meluap. Apakah itu seorang Ahlus Quran? Jauhhhh.

Betapa diri sering merasa down saat mau mendekatkan diri pada Al Quran, tapi seringkali banyak omogan nyinyir dari orang terdekat. Baca Al Quran tapi kok akhlaknya masih jauh Al Quran. 😭😭

Sedih saya. Ya bertahap toh. Karena akhlak adalah pencapaian paling tinggi dari sebuah keimanan.

Berbagai benturan itu sering kali menghambat saya membuat saya depresi sehingga seringkali saya tidak percaya diri untuk melanjutkan proses ini.

6. Berdoa

Hal ini yang paling penting kata saya. Apalah usaha saya kalau tidak dibarengi dengan doa. Doa agar niat saya selalu lurus tidak melenceng. Doa agar Allah senantiasa menjaga hafalan saya. Doa agar Allah senantiasa membaguskan akhlak saya. Doa agar Allah senantiasa selalu berinteraksi dengan Al Quran.

Mungkin pencapaian saya saat ini terkait Al Quran berada dalam masa turun, turun sekali.

Saya harus bisa memanajemen lagi waktu yang ada.

Jadi sikap yang harus saya perbaiki terkait proses interaksi dengan Al Quran

  1. Sabaar lagi, harus sabar untuk berlama lama dengan Al Quran
  2. Ikhlas, karena hanya Allah semata
  3. Optimis, apapun nyinyiran kata orang ataupun aktivitas yang sibuk jadikan batu loncatan untuk lebih baik lagi.
  4. Menjaga wudhu, semoga bisa.
  5. Udah dulu aja..

 

Ya Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘alaa diinik.

Ya Muqallibal Quluun, Tsabbit Qalbi ‘alaa hifdzil kitaabikal kariim.

AAMIIN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kulwap. Wa Grup Hebat

Materi Pokok#5

🎯Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 Tahun🎯

Subject Matter Expert (SME): Ust. Harry Santosa
___________________________

Malam ini kita akan membahas konsep pendidikan berbasis potensi fitrah dan akhlak, untuk periode pre aqil baligh (usia 8-10 tahun). Tentu tahap 8-10 ini akan lebih mudah kita jalani apabila tahap 0-7, pertumbuhan fitrah keimanan, fitrah bakat, fitrah belajar anak anak kita berkembang secara utuh.

Baik teori psikologi perkembangan anak, maupun perjalanan sirah Nabwiyah, melihat usia 8-10 atau ada juga yg menulis 7-10 merupakan penentu kesiapan tahap latih di usia 11-14 menuju aqil baligh.

Secara syariah, fitrah keimanan, ditandai dengan perintah sholat yg dimulai ketika usia 7 tahun, dan batas penyadarannya sampai di usia 10 tahun. Bila di usia 10 tahun masih belum tumbuh fitrah keimanannya dgn sholat sbg wujud simbolnya maka boleh dipukul. Fase keimanan Rububiyatullah (kholiqon, roziqon, malikan), bergeser meningkat ke Mulkiyatullah (waliyan dan hakiman). Wujudnya adalah perintah sholat.

Ketika ego sentrisnya terpuaskan di usia 0-6 tahun, maka di usia 7 tahun mulai melebar kepada sosial dan tanggungjawab moral. Maka di saat yg sama, anak2 harus dibangkitkan fitrah keimanannya pd aspek ketaatan pd hukum (hakiman) dan ketaatan/kecintaan tunggal (waliyan).

Secara fitrah perkembangan, usia 7 tahun, anak2 mulai mengenal nilai2 sosial di sekitarnya. Maka mereka mulai mengenal Allah sebagai pembuat hukum dan Zat yg harus ditaati secara totalitas. Di saat yg sama, pada usia 7 tahun, fitrah belajar dan fitrah bakat juga mulai dibangkitkan dengan beragam aktifitas yg menjadi minat dan passionnya. Pada tahap ini perbanyak aktifitas belajar di masyarakat dan aktifitas yg sesuai kepribadiannya. Agar di usia 10 tahun, ketiga fitrah ini (fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat) sudah matang untuk dilatih secara serius.

Usia 10 adalah batas evaluasi apakah sdh kenal Allah dengan baik (sholat dgn kesadaran) dan kenal diri dengan baik (ku tahu yg ku mau). Para Pelatih FIFA, juga menjadikan usia 10 tahun sebagai batas dari latihan “bermain-main saja walau berbakat” menjadi latihan “teknik dan muscle memory”. Di Jerman penjurusan sekolah dimulai ketika kelas 4 SD, atau sekitar usia 10 tahun.

Rasulullah SAW, mulai magang berdagang bersama pamannya ke Syams sekitar usia 10  atau 11 tahun.

Abu Bakar ra, mengatakan ada dua hal yang paling utama untuk dikenal, yaitu kenal Allah dan kenal diri. Menurut saya kenal Allah (fitrah keimanan) dan kenal diri (fitrah bakat) sebaiknya sudah selesai di usia 10 tahun.

=====================

🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁

Materi Pokok#4

*Tekhnik Pendidikan Pre Aqil Baligh 0-7thn*

Subject Matter Expert (SME):

*Bunda Septi Peni Wulandani*

Founder IIP sekaligus praktisi HE sejak 1996

🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁

Pada anak usia 0-7 tahun, anak dibuat kaya wawasan. Memperkaya wawasan berbeda dengan menjejalkan (outside in).

Memperkaya wawasan dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah adalah dengan keyakinan bahwa tiap anak sudah memiliki fitrah belajar, konsep-konsep dasar berpikir, sehingga mampu menalar. Tugas kita sebagai orang tua adalah menyadarkan anak-anak dengan menginspirasi, menunjukkan, mengencourage dstnya, sehingga mereka akan belajar dengan sendirinya. Istilahnya kerennya, “dont too much teaching, but more learning”.

Usia 0-2 tahun adalah masa anak-anak mengikat bonding fisik dan psikis dengan kedua orangtuanya, terutama ibu yang menyusui. Kita boleh menganggap anak-anak sebagai seorang bayi “hanya” di usia ini (0-2 tahun). Mengapa ditekankan “hanya” karena banyak diantara kita memperlakukan anak-anak di bawah 5 tahun (balita) sebagai bayi, contohnya : semua serba dibantu.

Usia 0-2 tahun hak anak adalah mendapatkan makanan terbaik untuk fisiknya yaitu ASI, maka penuhilah secara tuntas. Sambil menyusui selalu masukkan harapan anda dari lubuk hati yang terdalam.

Ayah jangan lewatkan moment ini, ikutlah berpartisipasi aktif bermain dengan anak-anak usia 0-2 tahun. Berikan sentuhan kasih sayang ke anak, ajaklah mereka bicara menjelang tidur, tanamkan value keluarga anda kepada anak-anak sedini mungkin.

Memasuki usia 2-7 tahun (thufulah) saatnya kita menanamkan ketauhidan dengan sangat kuat. Di usia inilah (2-7th) anak-anak sedang membangun pola, maka jangan sampai salah. Berikan teladan yang benar. Hati-hati jangan sampai anak-anak gagap value di usia ini. Antara apa yang anda katakan dengan apa yang mereka lihat. Apabila anak-anak usia 2-7 th melakukan kesalahan, tidak bisa kita biarkan, harus segera dibetulkan saat itu juga, karena itu masa pembentukan pola. Di usia ini orang tua harus tegas, karena itu masa pembentukan, semakin bertambah usia makin longgar.

Panduan teknis untuk mengembangkan fitrah anak di usia 0-7 tahun yaitu:

a. Fitrah Keimanan : mulailah mengenal Allah s.w.t dan menikmati segala kebesarannya

b. Fitrah Belajar : kuatkanlah bahasa ibu anak-anak serta explored isi alam ini dengan kegiatan bermain bersama di alam

c. Fitrah Bakat : tour de talent, gunakan waktu anda untuk melihat segala macam bakat yg diberikan Allah ke setiap orang, sehingga fitur unik ini digunakan untuk menjalankan misi hidupnya. Explore bakat anak.

Salah satu contoh dengan mengajak anak untuk melihat keanekaragaman bakat/profesi yang ada di muka bumi ini, agar mereka kaya wawasan, sehingga kaya akan mimpinya untuk masa depan

d. Fitrah Perkembangan: Gunakanlah pola rasul dlm menguatkan fisik anak, mulai pola makan, pola tidur, pola OR dll

======================
*Membangun Pola*
1⃣ Bunda Lani (Kendari)
dan Ayah Lucky (Malang)

Assalamu ‘alaikum.. Disebutkan bahwa usia 2-7 th sdg membentuk pola, jd kalau berbuat salah tidak boleh didiamkan. Supaya tdk gagap nilai. Namun bukankah pd usia ini anak blm memiliki kewajiban moral?
1. Mohon penjelasan bagaimana batasan dan bgmn penerapannya?
2. Kesalahan apa yg hrs kita tindaki dan kita toleransi?
3. Pola seperti apa yg dibangun (diutamakan lbh dahulu) terutama umur 2-3 tahun yg masih transisi dan komunikasi jg masih belum komunikatif?
1⃣ wa’akaykumsalam bunda lani di kendari dan ayah lucky di malang. Anak-anak usia 2-7 th itu yang kami lakukan adalah penguatan IMAN dan AKHLAK. Dari sisi IMAN kami menguatkan rasa cinta dengan RabbNya yang sudah mereka bawa sejak lahir. Sedangkan di urusan AKHLAK kami memberikan teladan, Rasulullah dan kisah orang-orang di muka bumi ini yang selalu memiliki moral character yg  sama. Sehingga anak-anak akan makin memperkuat pola yg mereka miliki ttg konsep IMAN dan AKHLAK. Memang benar mereka belum memiliki kewajiban moral, tapi anak-anak ini sedang menanamkan konsep moral yg baik dan benar. Sehingga tidak boleh salah, harus konsisten.

Kesalahan yg berkaitan dg iman, value dan moral character harus segera diluruskan. 

Sedangkan kesalahan yg berkaitan dg proses belajar masih bisa ditoleransi. Shg muncul  kalimat
*It’s ok to make mistakes as long as I learn from my mistakes” ✅

*Bullying*
2⃣ Bunda Neneng (Bandung) dan Bunda Ninis (Gresik)

Di lingkungan komplek ada anak usia 4/5 thn an senaaang pisan ngebully, ngejekin misal pas alula (2 thn) lagi anteng diem diteriakin ” Lula jelek kayak bebek” nah kadang saya yg panas.
——————-
Bismillah, ibu septi perkenalkan sy ibu dr seorang putra  usia 2 th 9 bln. Kami tinggal di kampung dg banyak anak kecil dan latar belakang orangtua yg berbeda2. Ketika anak2 bermain bersama sering ada kejadian memukul dan dipukul. Akhirnya nangis. Sy berusaha mengajarkan saling meminta maaf, dan melanjutkan main lagi. Tapi ada jg ortu yg kekeuh harus minta balas memukul. Biar lega katanya. Terlepas dr kejadian ini, lama kelamaan sy mendapati anak sy nangis gulung2, ketika ndak cocoki keinginanya. Bahkan kok kadang tiba tiba jail ke org lain.

1. Apa yg perlu saya lakukan? sejauh ini saya baru gendong dede menjauh dan tidak bergaul dengan anak yg suka membuli.
2. Bagaimana sy harus menanggapi anak dan lingkungan sy?
3. Fitrah apa yg harus di “inside out” kan diusia ini shg nti bisa lbh baik di usia berikutnya?

Terima kasih bu septi 🙏

image

image

Bunda Neneng dan bunda Ninis, bully dan membully ini sebenarnya berkaitan dengan “rasa percaya diri anak” dan “moral character yang tertanam dalam dirinya. Sehingga untuk menghadapi anak yg membully anak lain, bunda harus bisa
1⃣menerima kondisi anak saat ini, tidak menolaknya shg jengkel.
2⃣ memaafkan dan mengajaknya berdialog ttg apa yg mereka lakukan
3⃣ berikan peran untuk berbuat baik
4⃣ lupakan kesalahannya, jangan diungkit-ungkit.

Sedangkan untuk anak yg dibully, jangan buru-buru ditolong, berikan kesempatan untuk menyelesaikan urusannya sendiri, sambil setiap hari kita ajak berdialog. Unt melihat progressnya seperti apa. Kemudian naikkan rasa percaya diri anak. Agar dia mampu membalas dg satu alasan membela kebemaran terlebih dahulu. Setelah itu masukkan value, apabila kamu dalam posisi kuat, bisa membalas dan akhirnya kau maafkan, maka itu kemuliaan yg tiada terkira.

Semua fitrah penting untuk diatimulus di semua usia

*Adab, Aturan, Disiplin*
3⃣ Bunda Inggil (Bekasi), bunda Irfa, (Citayam, Bogor), bunda Arie (Bandung)

Di usia 2-7 tahun orangtua harus tegas karena merupakan masa pembentukan. Tegas disini bagaimana ya, kami di rumah punya banyak peraturan dan adab. Seperti aturan saat main di luar rumah, adab bertamu, adab makan, aturan penggunaan gadget, aturan jajan dan perjanjian2 lainnya. Di sisi lain saya khawatir anak jadi tertekan secara mental.
—————
Anak saya usia 5 th . Dr awal kami sdh utk pendidikan kami sdh tdk mengikuti skolah formal. Sejauh ini mmg sy mlihat nya sdh cukup mandiri dan percaya diri.
——————
Assalamu’alaikum bu septi.
Di usia 2-7 tahun anak sudah mulai dikenalkan dg adab dan akhlak, seperti makan dan minum sambil duduk. Pada usia 4 tahun biasanya anak mengerti tapi belum bisa konsisten melakukannya.

1. Bagaimana mensiasati agar adab dan peraturan yang ada menjadi habbits baik yang ringan dijalankan? Jazakumullah 🙏🏽
2. Utk menerapkan  disiplin waktu pada anak usia tsb bagaimana ya bun?
3. Apakah pengajaran adab dan akhlak di usia ini harus benar2 ditegakkan (harus benar2 duduk saat makan) atau pemberian pengertian dengan sedikit kelonggaran.
Terima kasih

Bunda inggil, bunda Irfa dan bunda Arie,

Tegas disini adalah *KOMITMEN* pada kesepakatan yg sudah diambil bersama anak. selanjutnya *KONSISTEN* untuk bisa dilakukan setiap hari. Apabila melewati kedua hal tsb maka jarus sanggup menerima *KONSEKUENSI*

Sehingga jangan terlqlu banyak diberikan peraturan yg dibuat oleh orangtuanya. Melainkan harus melatih anak  memperbanyak aturan yg dibuat dirinya sendiri. Belajar berkomitmen dg hal tsb

*STIMULUS ➡ THINKING ➡RESPON*

Ini prinsipnya. Tapi jangan terlalu saklek. Misal untuk adab makan, intinya sambil duduk, pakai tangan kanan, baca doa. Maka buatlah suasananya semeriah mungkin shg anak suka. Boleh pakai daun, boleh pakai piring, boleh botram dll. ✅

Sepertinya masih belum cukup yah waktu yang singkat ini untuk membahas tema kita malam ini. Mohon maaf karena keterbatasan waktu tidak semua pertanyaan bisa didiskusikan di grup.

Terima kasih bu septi untuk waktunya berbagi ilmu bersama kami. Semoga Allah berikan balasan yang lebih baik.

Terima kasih juga untuk semua atensi dan partisipasi ayah bunda di kulwap kita kali.

Dan terima kepada para koordinator yang sudah merelay kulwap ini ke wilayahnya.

Semoga ilmu yang kita peroleh dalam diskusi kita ini bermanfaat dan bisa diamalkan.

Kita tutup diskusi kita malam kni dgn doa kafaratul majlis.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ, أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

(Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.) Kecuali telah diampuni baginya apa yang ada pada majlis tersebut. ” (HR Tirmidzi)

Mohon maaf apabila ada salah dan khilaf. 🙏🏻😊🙏🏻

Wassalamualaikum wr wb…