Kita dan ..

Bismillah,

Saya mengenal IIP dari seorang teman yang meng upload foto lulus dari IIP di fb. Dari situ saya penasaran tentang IIP. Setelah tahu foundernya saya jadi lebih penasaran lagi.

Akhirnya cari tau cari tau, dapet no kontak untuk gabung di IIP. Alhamdulillah bisa mengikuti juga.

cuman saya agak kurang maksimal untuk ontime mengikuti post setiap pekannya. Postnya hari senin baru dibaca besoknya karena begitu banyak grup di wa.

alhamdulillah banyak ilmu yang saya dapat di iip. Semangat teman teman untuk terus belajar menjadi ibu sekaligus istri yang lebih baim turut memicu saya. Sedangkan untuk kegiatan offline masih terkendala karena agak susah membawa dua bocil sekaligus ke tempat kopdar terkecuali ada yang pegang anak anak. Dan sebenernya masih harus banyak belajar tentang ilmu keluarga, khususnya cara mendidik anak dan menjadi istri yang lebih baik lagi.

semoga lulus dan bisa gabung dikelas berikutnya.

Aamiin

 

Jika melihat passion maka pasion saya adalah di Al Quran.

Permasalahan yang dihadapi bagi diri saya dan keluarga sekitar terkait bidang ini adalah masih rendahnya pengetahun tentang cara baca AlQuran sesuai dengan tajwid dan rendahnya minat untuk menghafal Al Quran.

Bagan Agen Of Change

A. Minat Hobi Ketertarikan

  1. Al Quran
  2. Crafting
  3. Bisnis
  4. Membaca

B. Skill, Hard, Soft

  1. Tahsin dan Tahfizh Al Quran
  2. Craft Kain flanel
  3. Matematika
  4. Berpikir kreatif

C. Isu Sosial

  1. Rendahnya tahsin dan tahfiz Al Quran
  2. Banyaknya pengangguran
  3. Minimnya minat baca

D. Masyarakat

  1. Semua kalangan
  2. Anak muda dan ibu ibu
  3. Anak anak dan remaja

E. Ide Sosial

  1. Tahsin dan Tahfizh di lingkugan sekitar
  2. Membuat bisnis makanan yang bisa melibatkan ibu ibu di sekitar
  3. Membuat taman bacaan

Sekian

 

 

 

 

 

Tidak terasa sudah NHW8 lagi, saya sendiri masih belum efektif untuk menerapkan apa apa yang sebelumnya telah ditugaskan.

nah, nhw 8 ini saya disuruh ambil salah satu aktivitas di kuadran bisa dan suka yang pernah dituliskan mingggu lalu.

Hal yang saya ambil adalah belajar mengajar AL Quran.

dari NHW 1 entahlah fokus saya ke AL Quran. karena saya senang dengan AL Quran. AL Quran adalah tonggak perubahan pada diri saya yang sudah berperan sangat besar. Dan melalui AL Quran, saya bertemu dengan teman teman soleh, para penghafal AL Quran.

Saya merasa bahwa saya harus fokus di bidang ini, berhubung di daerah saya belum banyak yang berperan dalam hal ini. Lalu, saya pun harus meneruskan apa yang pernah saya mulai, bahwa menghafal 30juz Al Quran ini bukan hanya beres dalam 3 tahun yang saya lalui, tapi seumur hidup saya, saya harus menjaga Al Quran ini, semoga berdampak kepada kemajuan akhlak saya. semoga dengan AL Quran, Allah memperbaiki akhlak saya yang masih jauh dari baik ini. aamiin.

Baik, kalo dibilang saya ingin menjadi apa, saya ingin menjadi guru Al Quran yang mempunyai rumah tahfizhul Quran, anak anak saya pun menjadi penghafal Al Quran.

saya mulai dari hal hal kecil dahulu, yaitu rutin membaca Al Quran, yang bertingkat sampai 5juz sehari, dengan durasi baca 1juz itu harus 30menit, berhubung dengan aktivitas saya yang masih pada antara rumah tangga dan mengurus bisnis lain.

untuk plan ke sananya harus ngapain, saya masih bingung, semoga Allah memudahkan saya untuk mencapai impian saya dan menuntun langkah saya ke sana yaitu mempunyai rumah tahfzih al Quran yang berbasis homeschooling,

Hal yang ingin dicapai selama hidup adalah saya ingin menjadi ibu terbaik, istri terbaik dan anak terbaik untuk orang tua says, dn bermanfaat bagi sekitar.

Menjadi ibu yang nyaman dan super untuk anak anak.

Menjadi istri yang cekatan dan nyaman untuk suami.

Menjadi anak berbakti untuk ibu saya yang masih ada. dan ayah saya yang tiada.

Menyumbang sedikit manfaat bagi sekitar.

Pencapaian yang ingin saya capai dalam waktu 5-10 tahun terakhir.

  1. Muhammad dan Maryam bisa membaca AL Quran dengan tajwid yang benar saat usia 7 tahun.
  2. Muhammad dan Maryam bisa hafal minimal 5juz Al Quran
  3. Membangun komunitas AL Quran dekat tempat tingkat lewat beberapa komunitas homeschooling yang saya ikuti, jadi mengumpulkan orang orang yang minatnya sama ke Al Quran agar bisa saling bersinergi.
  4. Bisa mutqin 10juz AL Quran. Juz yang lainnya terus dimurajaah.
  5. Punya rumah tahfizh AL Quran di sekitar rumah.
  6. Pergi umrah ke mekah bersama suami dan anak anak, siapa tau ada rezeki ke sana satu keluarga.
  7. Muhammad dan Maryam homeschooling jalan dan berhasil
  8. lebih luwes dalam bergaul.
  9. Toko herbal penjualannya meningkat pesat dan mempunyai banyak reseller khususnya di kabupaten bandung.
  10. Mumar drink ada dimana mana, banyak orang yang tertarik untuk franchise.
  11. Mumar food, tidak hanya produksi coklat kurma tapi produksi varian lain juga dan penjualannnya melesat.
  12. Penjualan barang di media sosial seperti fb, instagram. dan market place seperti tokopedia, shooppe meningkat pesat, baik buku, herbal, makanan ataupun yang lainnya.
  13. bisa mengendarai motor dan punya motor pribadi.
  14. bisa masak berbagai kuliner khas nusantara.
  15. bisa buat kue cheesecake dengan rasa yang sangat enak.
  16. berat badan turun dan tampilan jadi lebih fresh dengan menerapkan pola hidup sehat, yaitu sering makan buah, sayuran, dan perawatan diri dengan herbal.
  17. cekatan dalam mengurus hal hal domestik rumah tangga terutama mencuci baju, jangan sampai bajunya ada noda hitam hitam bekas rendaman air dan setrikaan.
  18. lebih stabil dalam emosi, dan peningkatan dalam akhlak.
  19. Bisa mengetahui bakat muhammad dan maryam sejak dini sehingga bisa mengarahkannya ke bakatnya lebih dalam lagi.
  20. bisa memberikan hadiah umrah untuk orangtua saya dan suami.

 

sedangkan yang ingin dicapai setahun ini adalah

  1. rutin membuat kegiatan untuk anak setiap hari walaupun hanya 1jam
  2. membuat catatan harian tentang anak anak setiap hari.
  3. rutin tilawah minimal 2juz setiap hari.
  4. rutin solat ontime setiap hari.
  5. produk produk herbal terupload semua di tokopedia dan shoopppe.
  6. mengajarkan muhammad dan maryam baca IQRA dimulai dari yang termudah, walaupun kegiatannnya sambil bermain.
  7. rutin memperdengarkan AL Quran setiap hari ke anak anak beberapa jam.
  8. bisa memasak masakan khas kota bandung dulu, terutama yang suami suka.
  9. mengikuti kembali halaqah quran yaitu liqo
  10. perawatan muka dan tubuh degan olahraga setiap minggu.
  11. berbuat baik pada orang tua sebisa mungkin
  12. mulai aktif kembali di media sosial seperti facebook dan IQ dengan mengirimkan artikel yang bermanfaat.

 

udah itu dulu ajah…

semoga Allah memudahkan.

 

 

 

 

 

 

Bismillah,

dari hasil temu bakat, saya juga sebenarnya masih binggung dengan hasilnya. Saya masih mencari bakat saya dimana, kalo ketertarikab saya sendiri lebih di belajar menajar Al Quran. Tapi setelag punya anak, saya masih agak susah untuk mendalami hal tersebut, dengan pekerjaan yang tak kunjung berrs. Ntahlah saya juga tidak tau dimana salahnya.

Oke,sekarang menuju diagram

1. Saya suka dan bisa

  • Belajar mengajar Al Quran
  • Membuat mapping atau target
  • Menulis diagram harian anak
  • Menulis diari kegiatan sehari hari

2. Saya suka dan tidak bisa

  • Masak (kendala masih awal terjun di dunia memasak)
  • Kelola toko online (sibuk sama anak)
  • Menulis ilmiah

3. Saya tidak suka dan  bisa

  • Menyetrika

4. Saya tidak suka dan tidak bisa

  • Public speaking
  • mengemudi
  • memasang gas dan mengangkat galon ke atas

Berhubung waktunya mepet, jadi singkat aja ya..

3 aktivitas paling penting:

1. Interaksi dengan Al Quran

2. Belajar bersama anak anak

3. Membereskan rumah

 

3 aktivitas paling tidak penting:

1. Tidur

2. Main HP

3. Nonton TV

JADWAL HARIAN

04.00-05.00 tahajud,witir,baca Al Quran,subuh,buat target hari ini

05.00-06.00 buat susu untuk anak anak,kopi untuk abi, beres beres rumah(nyapu,ngepel,beresin tempat tidur)

06.00-07.00 masak,cuci piring,jemur pakaian

07.00-08.00 kasih makan anak anak

08.00-10.00 main sama anak

10.00-11.00 istirahat 11-12.00 setrika

12.00-13.00  kasih makan anak

13.00-17.00 fleksibel, ambil jemuran dan lipetin jemuran, baca quran dll

17.00-19.30 quality time with children plus evaluasi

19.30-21.00 toko online

21.00-22.00 Murajaah

Bismillah..

 

Kali ini dapet tugas buat desain pembelajaran..

Bacground guru membuat saya otomatis mengerti bagaimana membuat desain ini..

tapi bedanya adalah

 

Sewaktu kuliah itu saya kakuu banget buat desain..

Saya buat gimana saya aja.. teori multiple intelegence udah dimasukkin.. tapi tetap ada yang saya lupakan..

walaupun teori keberagaman kecerdasan anak itu udah melingkupi semua aspek yang ada pada setiap siswa..

saya lupa satu hal..yaitu OBSERVASI.

Dulu saya menyamaratakan semua siswa, pokoknya mereka harus ikut guideline saya. Ga ikut.. ya saya tegur gitu.

Seharusnya di awal saya obeservasi dulu apa yang mereka harapkan, mereka suka dan mereka mau dari setiap pembelajaran sehingga ga ngebosenin.

Ibarat kita mau ngerjain sesuatu tapi kalo ga suka kan jadi ga dapet semangat belajarnya.

Seperti kata kata yang saya dapatkan pada materi ini, MEMBUAT BISA ITU MUDAH TAPI MEMBUAT SUKA ITU TANTANGAN.

jadi tugas saya dalam membuat desain ini adalah bagaimana membuat anak saya sebagai subjek saya agar suka belajar.

Agar anak saya suka dengan desain pembelajaran yang saya buat, saya harus tau

  1. Aktivitas yang sering dia lakukan berulang ulang
  2. Antusias anak dalam aktivitas apa aja
  3. Apa yang sering dia tanyakan dan ceritakan

Jadi mulai sekarang, saya harus bisa  sempat mencatat apapun yang anak anak  lakukan serta antusiasnya, suka atau tidak suka.

Ketika saya dapat poin apa yang dia minati, saya bisa menyelipkan banyak hal yang dia suka ke dalam aktivitas pembelajaran.

Sehingga belajar seperti tidak belajar.

Belajar bukan karena terpaksa, karena dia mau dan dia suka.

Siap siap buat portofolio anak nih…

Sekian

 

 

 

 

 

 Bismillah

A. Mari kita lihat kembali NHW#1 apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di universitas kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan di kuasai?

– kalau di tanya dan mereview kembali NHW#1 apakah saya akan merubah ilmu yang ingin saya tekuni di universitas kehidupan ini ? jawabannya 

tidak, saya akan tetap pada tujuan saya semula yaitu Al Quran. Karen Al Quran telah banyak mengubah hidup saya.

Semoga Allah mudahkan

B. Mari kita lihat NHW#2 ,sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
– Kalau di tanya apakah saya sudah konsisten mengisi checklist yang saya buat di NHW#2 ?

jujur, belum. Saya akan buatkan ceklisnya malam ini. InsyaaAllah.

C. Baca dan renungkan kembali NHW#3 apakah sudah terbayang apa kira kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

InsyaAllah saya sudah mengerti. Saya akan memaksimalkan potensi yang ada pada diri saya.

D. Setelah menemukan 3 hal tersebut susunlah ilmu ilmu apa saja yang di perlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut
– Dalam menjalankan misi ini saya harus menyusun beberapa ilmu agar misi ini berhasil dan menyenangkan tidak.

  1. Ikhlas
  2. Istiqomah
  3. mau belajar lagi

E. Tetapkan milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan misi hidup

Saya tetapkan di usia saya yang ke28 menjadi titik tolak saya untuk memulai hidup yanf lebih baik lagi.

Km0-3, saya akan rutin tilawah hingga 5 juz per hari serta murajaah sedikit sedkit

km3-6, saya akan mencoba murajaah di pondok tahfiz saya dulu

km7 dan seterusnya , saya akan mencoba untuk memaksimalka  potensi yang ada pada diri saya lewat dakwah Al Quran.

F. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2 apakah sudah anda masukan waktu waktu untuk mempelajari ilmu ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

InsyaaAllah secepatnya.

G. Lakukan ,lakukan ,lakukan ,lakukan

Semoga Allah menganugrahkan karunia dan kemudahan dalam menekuni Al Quran sehingga Al Quran bukan hanya ada di dalam otak saya atau sebatas di tenggorokan tapi menyerap dalam pribadi dan saya bisa menerbar manffat lagi untuk oranf lain. Aamiin

Bismillah,

Tugas kali ini membuat saya bingung..hehehe

Soalnya harus buat surat cinta untuk suami.

Ya coba dulu ya.

Tugas pertama: Surat Cinta untuk Suami

 

Dear suamiku tersayang,

Terimakasih untuk hari hari yang kita lalui bersama.

Aa telah menjadi ayah yang sangat baik untuk anak-anak.

Lebih sabar dari saya menghadapi anak-anak.

Aa juga telah menjadi suami yang sangat baik.

Banyak membantu pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh istri.

Terimakasih sudah bersedia membantu.

Aa pun sabar terhadap sikap sikap saya yang selama ini sering tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Hanya satu pintaku kalo saya ada salah tolong tegur secara halus, karena saya tidak suka dengan teguran langsung dengan nada memuncak.

Meskipun aa harus memperingatkan saya berkali-kali, tolong maklumi ya, jangan bosan.

karena perjalanan ini bukan sehari dua hari, masih banyak tantangan ke depan, apalagi dengan rencana kita yang akan menghomeschoolingkan anak anak.

Kalo visi kita masih berbelok belok, maka kita harus punya satu visi.

Jadi kapan mau ngobrol soal visi misi?

Dari,

istrimu

I love you so much.

dewi.

Beres

Tugas no2 Potensi anak anak

Muhammad:

Anak yang sangat dinamis, tidak bisa diam, selalu ingin tau tentang hal di sekitarnya. Anaknya kemauannnya kuat jika sudah fokus pada satu hal, tidak mau berpaling ke hal yang lain. Menyukai dunia perteknikkan.

Maryam:

Sangat feminin,penurut, suka membantu dan rendah hati. Suka mengalah terhadap kakaknya.  Menyukai kegiatan memasak.

Tugas 3 Cari potensi diri di rumah

Mempunyai anak-anak yang dinamis dan aktif, membuat saya seharusnya terpacu untuk membuat kegiatan yg menarik untuk anak anak. Didukung dengan background saya yang pernah di PAS ITB, apalagi sebagai pembuat acara anak anak lagi, seharusnya mudah buat saya untuk berkreasi untuk anak. Saya harus menyetop apapun apabila bermain dengan anak, soalnya suka ada aja pekerjaan rumah yang belum beres.

Mempunyai suami seorang pengusaha seharusnya membuat saya bisa lebih berperan dalam rumah tangga. Pekerjaan rumah tangga lebih terhandle Dan Al Quran bisa saya raih kembali.

Tugas 4 Potensi diri di lingkungan terdekat

Pindah ke rancamanyar dengan kondisi lingkungan setempat yang ramah, seharusnya membuat saya bisa berbaur dengan leluasa. Dan bisa menyediakan lapangan pekerjaan untuk sekitar terutama dalam bisnis kurma coklat. Juga ke depannya mungkin bisa mnyediakan tempat tahfidh dan tahsin gratis.

 

 

 

 

 

Bismillah..

Tentong..

Jam sudah lewat dari jam 12 malam.

YUP saya kerjain ini malam malam.

Mumpung bisa.hehe

Oke kali ini saya akan share KPI saya atau key performance indicator sebagai seorang istri, ibu dan individu yang saya buat berdasarkan hasil diskusi degan suami dan hasil pengamatan saya dengan anak berdasarkan kebutuhan mereka.

KPI Individu

  1. Tilawah minimal 1 juz sehari.
  2. Murajaah minimal 1 halaman sehari.
  3. Solat di awal waktu maksimal setengah jam setelah adzan.
  4. Baca surat Al Waqiah pagi pagi dan Al Mulk Malam hari
  5. Berdoa minimal satu kali saat waktu mustajab semisal saat adzan berkumandang.
  6. Tasmi  setiap hari.
  7. Datang ke majelis ilmu minimal 2minggu sekali
  8. Baca buku minimal 1halaman setiap hari.
  9. Dhuha minimal 2hari sekali
  10. Tahajud minimal 2hari sekali
  11. Olahraga minimal 1 minggu sekali seperti jalan kaki
  12. Tidak berlebihan dalam makan, makan seperlunya
  13. Merawat badan setiap hari
  14. Witir tiap hari

KPI Ibu

  1. Membacakan cerita untuk anak setiap hari
  2. Mengajak anak bermain di luar rumah setiap hari
  3. Memeluk dan mencium anak setiap hari
  4. Menahan emosi saat anak bertengkar atau melakukan hal yang mengesalkan orang tua (ingat hadis La taghdhob walakal jannah.. jangan marah maka bagimu surga)
  5. Mengajarkan anak menggambar dan menulis setiap hari
  6. Memandikan anak-anak pagi dan sore
  7. Menyediakan kebutuhan makan anak
  8. Mengajak anak tamasya setiap bulan
  9. Memberikan vitamin setiap hari
  10. Mencatat kegiatan harian anak di buku fortopolio anak

 

KPI Istri

1. Memasak setiap hari dengan mencari resep yang enak dicookpad

2. Manajemen waktu:

Setelah subuh:

  • Bereskan tempat tidur dan ruangan
  • Membuatkan susu untuk anak dan kopi atau susu untuk suami
  • Memasak nasi
  • Menyapu dan mengepel
  • Mencuci baju
  • Mencuci piring
  • Memasak pagi dan menyuapi anak
  • Membuat air panas(air teh dan air untuk mandi anak anak) dan memandikan anak
  • Membeli sayuran dan lauknya
  • Memasak makanan yang telah dibumbui semalam.

Saat anak tidur siang:

  • Menjemur
  • Menyetrika lalu
  • Ikut Istirahat

Saat Malam:

  • Membalik balikkan baju yang akan disetrika
  • Merapihkan barang barang pada tempatnya

3. Menyimpan barang pada tempatnya yang sebelumnua telah dilabeli

4. Memenuhi kebutuhan suami baik pijat maupun bilogis.

 

 

 

 

 

 

 

Bismillah..

 

Walaupun telat mengerjakan PRnya tidak mengapa.

PR pertama dari materikulasi institut ibu profesional ini membuat saya menjadi feedback kembali kepada goal atau tujuan fokus utama saya.

Kalau ditanya apa yang menjadi jurusan ilmu yang akan saya tekuni, maka saya akan jawab “AL QURAN”.

Walaupun saya saat ini interaksinya dengan  Al Quran drop saat sudah memiliki anak, mungkin masih masa penyesuaian dengan tugas tugas rumah tangga. Tapi saya yakin ke depannya saya pasti bisa.

Alasan terkuat kenapa saya akan menekuni Al Quran, bukan yang lain. Karena saya merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap Al Quran. Saya merasa harus mempertahankan apa yang telah saya raih yaitu dalam proses penghafalan Al Quran. Saya malu dengan Allah yang telah memberi saya karunia berlimpah dalam hal ini tapi saya masih menyia-nyiakannya. Saya merasa dosa besar jika saya membiarkan Al Quran.

Adapun strategi yang harus saya lakukan:

  1. Tilawah rutin

Tilawah merupakan hal yang tidak dapat disingkirkan dari proses penjagaan al Quran. Tapi akhir akhir ini banyak sekali hambatan, terutama yang berasal dari diri saya. Saya jadi sering urung uringan karena ketidakbisaan saya untuk memanajemen waktu yang ada, sehingga apa yang diharapkan jauh dari kenyataan yang ada. Semoga Allah menjaga tangan dan hati saya dari emosi yang meledak, terutama bila dilampiaskan kepada yang lain khususnya anak. 😭

Mungkin saya akan mulai sedikit demi sedikiy dulu.  15menit setelah solat fardu.

2. Murajaah.

Hal ini juga harus saya perhatikan kembali. Betapa banyak waktu saya terbuang percuma, tidak ada esensi dzikrullah, apalagi murajaah. Ya Allah.. sedih.. 😣😣😣

waktu paling efektif untuk murajaah adalah menjelang malam dan sebelum bangun subuh karena saat itu anak anak sedang tidur. Semoga Allah mudahkan..

3. Halaqaah

Sudah lama sejak anak kedua lahir.  Saya jarang sekali hadir dalam majelis ilmu. Saya selalu merasa percuma untuk datang ke sana karena  saya jarang merasa fokus. Jangankan mendengarkan materi, yang ada kesibukan untuk mengejar anak ke sana dan kesini, terutama anak pertama. Karena anak pertama ini sangat kinestetis sekali.

Saya masih mencari solusi agar saya bisa hadir di majelis ilmu bersama anak anak. Mungkin saat ke sana, anak saya,kakang, perlu teman bermain atau saya bawakan mainan dari rumah ya seperti pensil gambar dan buku gambar.

3. Tasmi (mendengarkan hafalan orang lain)

Salah satu hal wajib yang perlu  diagendakan oleh orang yg ingin tetap berinteraksi dengan Al Quran adalah tasmi. Tasmi termudah tanpa keluar rumah adalah mendengarkan hafalan Al Quran lewat murattal ataupun video. Selain untuk menguatkan hafalan juga memotivasi untuk selalu dekat dengan Al Quran. Mungki  akan dimulai dengan memperdengarkan murattal setiap hari.

4. Banyak membaca buku terkait dengan Al Quran

Jikalau lingkungan tidak mendukung, misal orang terdekat jauh dari Al Quran. Tidak ada kata tidak untuk tidak menambah ilmu agar lebih semangat.

5. Sabaar..

Mendekatkan diri degan Al Quran bukanlah sebuah prose yang mudah. Betapa sering diri drop akibat ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga emosi sering meluap. Apakah itu seorang Ahlus Quran? Jauhhhh.

Betapa diri sering merasa down saat mau mendekatkan diri pada Al Quran, tapi seringkali banyak omogan nyinyir dari orang terdekat. Baca Al Quran tapi kok akhlaknya masih jauh Al Quran. 😭😭

Sedih saya. Ya bertahap toh. Karena akhlak adalah pencapaian paling tinggi dari sebuah keimanan.

Berbagai benturan itu sering kali menghambat saya membuat saya depresi sehingga seringkali saya tidak percaya diri untuk melanjutkan proses ini.

6. Berdoa

Hal ini yang paling penting kata saya. Apalah usaha saya kalau tidak dibarengi dengan doa. Doa agar niat saya selalu lurus tidak melenceng. Doa agar Allah senantiasa menjaga hafalan saya. Doa agar Allah senantiasa membaguskan akhlak saya. Doa agar Allah senantiasa selalu berinteraksi dengan Al Quran.

Mungkin pencapaian saya saat ini terkait Al Quran berada dalam masa turun, turun sekali.

Saya harus bisa memanajemen lagi waktu yang ada.

Jadi sikap yang harus saya perbaiki terkait proses interaksi dengan Al Quran

  1. Sabaar lagi, harus sabar untuk berlama lama dengan Al Quran
  2. Ikhlas, karena hanya Allah semata
  3. Optimis, apapun nyinyiran kata orang ataupun aktivitas yang sibuk jadikan batu loncatan untuk lebih baik lagi.
  4. Menjaga wudhu, semoga bisa.
  5. Udah dulu aja..

 

Ya Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘alaa diinik.

Ya Muqallibal Quluun, Tsabbit Qalbi ‘alaa hifdzil kitaabikal kariim.

AAMIIN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalender

Januari 2021
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 63.786 hits